Setiap hari, jutaan produk makanan berpindah dari produsen ke tangan konsumen dengan mengandalkan satu hal: kemasannya. Kemasan makanan tidak hanya bertugas membungkus dan melindungi isi, tetapi juga bersentuhan langsung atau tidak langsung dengan makanan itu sendiri. Karena itulah muncul istilah food-grade, sebuah standar keamanan bahan yang wajib dipahami siapa pun yang memproduksi makanan, minuman, atau camilan kemasan.
Artikel ini mengajak Anda mengenal apa yang dimaksud kemasan makanan food grade, bagaimana cara kerjanya melindungi produk, dan hal-hal praktis yang perlu diperhatikan sebelum memilih kemasan untuk produk makanan Anda.
Apa Arti Food-Grade pada Kemasan?
Istilah food-grade merujuk pada bahan yang dinilai aman untuk bersentuhan dengan makanan. Artinya, bahan tersebut tidak melepaskan zat berbahaya yang dapat berpindah ke makanan dalam kondisi penggunaan yang wajar, dan tidak mengubah rasa, aroma, maupun warna makanan. Konsep ini berlaku luas: dari kertas dan karton, plastik, hingga lapisan pelindung dan tinta yang digunakan pada kemasan.
Perlu dipahami bahwa keamanan kemasan pangan adalah persoalan sistem, bukan satu bahan saja. Sebuah kotak bisa dibuat dari karton yang aman, tetapi bila lapisan, lem, atau proses penanganannya tidak tepat, keamanan keseluruhan kemasan tetap dapat terganggu. Karena itu, penilaian food-grade selalu melihat kemasan sebagai satu kesatuan, mulai dari bahan dasar sampai cara kemasan disimpan sebelum dipakai.
Kontak Langsung dan Kontak Tidak Langsung
Dalam dunia kemasan pangan, ada dua jenis kontak yang perlu dibedakan:
- Kontak langsung, ketika permukaan kemasan menyentuh makanan secara langsung, misalnya kertas pembungkus kue atau lapisan dalam kotak camilan.
- Kontak tidak langsung, ketika kemasan berada di luar pembungkus utama, misalnya kotak karton luar yang membungkus produk yang sudah terbungkus plastik di dalamnya.
Bagian kemasan yang berkontak langsung dengan makanan menuntut perhatian paling besar, karena risiko perpindahan zat dari bahan ke makanan berada di titik ini. Sementara itu, kemasan luar yang tidak menyentuh makanan berfungsi utama melindungi, memberi informasi, dan menampilkan merek. Mengetahui posisi kemasan Anda dalam rantai ini membantu Anda menentukan tingkat keamanan bahan yang dibutuhkan untuk tiap lapisnya.
Peran Lapisan Pelindung dan Varnish yang Aman
Makanan, terutama yang berminyak atau lembap, dapat memengaruhi karton biasa: noda minyak menembus, permukaan melemah, dan tampilan kemasan rusak. Di sinilah lapisan pelindung berperan. Lapisan yang sesuai membantu menahan minyak dan kelembapan ringan agar tidak merembes, sekaligus menjaga permukaan cetak tetap bersih.
Pada kemasan cetak, lapisan akhir seperti gloss varnish food-safe digunakan untuk melindungi permukaan sekaligus memberi tampilan mengilap yang menarik. Pemilihan jenis lapisan harus disesuaikan dengan karakter makanan: produk kering seperti biskuit dan camilan kemasan memiliki kebutuhan berbeda dengan makanan berminyak atau berkuah. Komunikasikan karakter produk Anda secara jelas kepada pihak percetakan sejak awal agar kombinasi bahan dan lapisannya benar-benar tepat untuk produk Anda.
Kebersihan Proses Sama Pentingnya dengan Bahan
Bahan yang aman tidak banyak berarti bila kemasan kotor sebelum dipakai. Keamanan kemasan pangan juga ditentukan oleh kebersihan selama produksi, penyimpanan, dan pengiriman. Kemasan yang sudah jadi seharusnya disimpan di tempat yang bersih dan kering, terlindung dari debu, serangga, dan bahan kimia, sampai tiba waktunya diisi.
Dari sisi pemilik produk, ada baiknya Anda juga memperhatikan cara menyimpan stok kemasan di tempat Anda. Tumpuk kemasan di area yang bersih, jauhkan dari bahan berbau tajam, dan gunakan stok secara bergiliran agar kemasan tidak terlalu lama tersimpan. Kebiasaan sederhana ini membantu memastikan kemasan yang sampai ke konsumen tetap dalam kondisi terbaik.
Checklist Memilih Kemasan Makanan yang Aman
- Pastikan bahan utama kemasan memang diperuntukkan bagi makanan, terutama pada bagian yang berkontak langsung.
- Sesuaikan lapisan pelindung dengan karakter produk: kering, berminyak, atau lembap.
- Perhatikan kekuatan kemasan agar produk terlindung selama penyimpanan dan pengiriman.
- Sediakan ruang yang cukup untuk informasi penting: komposisi, tanggal kedaluwarsa, dan petunjuk penyimpanan.
- Diskusikan kebutuhan Anda secara terbuka dengan percetakan sejak tahap desain, bukan setelah kemasan jadi.
Di PT Putramandiri Printindo, yang dikenal dengan nama dagang Percetakan 88, kebutuhan kemasan untuk kategori makanan dan confectionery kami layani menggunakan bahan food-grade dengan pilihan finishing seperti gloss varnish food-safe. Seluruh proses dikerjakan dengan konsep one stop printing, dari desain hingga kemasan jadi, di Jakarta Barat.
Memilih kemasan makanan yang aman adalah investasi pada kepercayaan konsumen. Produk yang enak akan sulit berkembang bila kemasannya menimbulkan keraguan. Apabila Anda sedang menyiapkan kemasan untuk produk makanan Anda, konsultasikan kebutuhan kemasan Anda kepada kami, dan mari rancang kemasan yang aman, rapi, dan siap mendukung pertumbuhan produk Anda.
